Trump sindir PBB pasca insiden eskalator & teleprompter mati dalam Sidang Umum PBB
KINNESW.ID – Amerika Serikat melalui Dinas Rahasianya dikabarkan tengah menelusuri apakah insiden berhentinya eskalator dan matinya teleprompter saat kunjungan Presiden Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump ke Sidang Umum PBB (United Nation General Assembly/UNGA) merupakan akibat peretasan atau kesengajaan.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menilai kejadian tersebut tidak bisa dianggap remeh. Ia menegaskan PBB seharusnya menyelidiki kasus ini lebih jauh.
“Jika terbukti ada oknum yang sengaja menghentikan eskalator ketika Presiden dan Ibu Negara melangkah, mereka layak diberhentikan dan diusut secara menyeluruh,” tulis Leavitt dalam unggahan media sosialnya.
Pihak PBB pun memberikan klarifikasi. Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, menyampaikan bahwa penyebab berhentinya eskalator kemungkinan bukan sabotase. Menurutnya, sistem pengaman bawaan di anak tangga eskalator aktif karena tanpa sengaja tersentuh oleh seorang videografer dari delegasi AS yang sedang merekam momen kedatangan Trump dan Melania.
“Sistem tersebut memang dirancang untuk menghentikan eskalator jika ada benda atau orang yang terjepit. Kamerawan kemungkinan memicunya tanpa sengaja,” jelas Dujarric kepada wartawan.
Tak hanya eskalator, teleprompter yang digunakan Trump untuk berpidato juga sempat mengalami gangguan di awal sambutannya. Dalam pidato berdurasi sekitar 56 menit itu, Trump sempat menyindir peristiwa yang ia alami.
“Saya tidak keberatan menyampaikan pidato ini tanpa teleprompter, karena teleprompternya tidak berfungsi,” kata Trump saat ia naik podium untuk berpidato di depan lebih dari 100 delegasi dari seluruh dunia.
“Jadi, 2 hal yang saya dapatkan dari PBB hanyalah eskalator dan teleprompter yang bermasalah,” sindir Trump.
Hingga kini, Dinas Rahasia AS masih memeriksa insiden tersebut dengan berkoordinasi bersama otoritas PBB untuk memastikan apakah peristiwa itu benar-benar kesalahan teknis atau ada unsur kesengajaan. (Red)
.