Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi evaluasi program MBG pasca keracunan massal (Dok: Antara)
KINNEWS.ID, Jawa barat – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan menanggung seluruh biaya pengobatan puluhan siswa yang mendapat perawatan medis akibat keracunan massal usai menyantap paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor, Senin 22 September 2025 lalu.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail menyebutkan bahwa hingga pukul 18.00 WIB terdapat 96 dari 300 lebih siswa yang keracunan telah dilarikan ke fasilitas kesehatan. Mereka berasal dari 3 sekolah, yakni dari SMK Pembangunan Bandung Barat, MTs Darul Fiqri, dan SD Negeri Cipari.
Sebanyak 72 siswa dirawat di Puskesmas Cipongkor dan 24 lainnya di RSUD Cililin dengan gejala mual, pusing, hingga kejang.
Jeje menegaskan untuk fokus pada penanganan korban: “Investigasi terkait penyebab kejadian tetap berjalan, namun prioritas utama adalah keselamatan dan pemulihan para korban,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa koordinasi dengan pihak sekolah serta keluarga juga terus berlangsung agar penanganan berjalan baik. Dinas Kesehatan bersama tim medis pun diterjunkan untuk memastikan pelayanan perawatan yang terbaik.
Gubernur Jabar segera evaluasi MBG
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan pihaknya segera mengundang Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Jabar untuk melakukan evaluasi menyeluruh, atas program MBG yang belakangan kerap menimbulkan kasus keracunan.
Ia menyoroti masalah pendistribusian makanan yang terlalu lama, sejak dimasak hingga dikonsumsi siswa.
“Masaknya malam, tapi baru dimakan siang. Ini harus menjadi perhatian agar tidak terulang lagi,” ujar Dedi.
Ia juga membuka kemungkinan pemanggilan pihak penyelenggara penyedia makanan untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawaban.
Selain di Bandung Barat, sebelumnya kasus serupa juga terjadi di Garut pada 16 September 2025, dengan 657 siswa mengalami keracunan, dan 19 di antaranya sempat dirawat.
Menanggapi hal tersebut, BGN memutuskan menghentikan sementara program MBG, guna melakukan evaluasi menyeluruh demi mencegah kejadian berulang. (Red)
.