April 19, 2026
1000383681.jpg

Mendagri Tito Karnavian dan Menhub Dudy Purwagandhi membahas persiapan menghadapi perayaan Nataru 2025-2026 (Nataru) di Jakarta (Foto: Antara)

KINNEWS.ID, Jakarta – Mendagri Tito Karnavian dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menggelar pertemuan khusus untuk membahas kesiapan nasional menghadapi perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Beragam isu krusial menjadi perhatian utama, mulai dari lonjakan mobilitas masyarakat, keselamatan transportasi, cuaca ekstrem, hingga pengendalian inflasi.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, akhir minggu lalu. Tito menjelaskan bahwa momentum Nataru selalu identik dengan meningkatnya mobilitas warga, tidak hanya karena perayaan keagamaan, tetapi juga karena arus liburan akhir tahun yang selalu menjadi pilihan masyarakat.

“Selain pulang kampung, destinasi favorit masyarakat tentu saja tempat-tempat wisata,” ujar Tito.

Melihat pola tahunan tersebut, Mendagri menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh agar mobilitas masyarakat tetap aman dan lancar. Ia meminta koordinasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga aparat keamanan untuk mengantisipasi kerawanan di pusat keramaian, destinasi wisata, maupun jalur transportasi utama.

Tito juga menyoroti faktor ekonomi. Menjelang Nataru, tingkat konsumsi masyarakat biasanya meningkat, sehingga stabilitas harga dan ketersediaan pangan harus dijaga. Ia mengingatkan agar pemerintah daerah memastikan stok pangan memadai dan harga tetap terkendali.

Salah satu perhatian khusus Mendagri adalah tarif transportasi udara. Menurutnya, kenaikan tarif pesawat tidak hanya membebani masyarakat tetapi juga berpotensi memicu inflasi.

“Desember tahun lalu inflasi sempat menurun, salah satunya karena kebijakan Pak Dudy menyesuaikan tarif angkutan,” ungkap Tito.

Kesiapan Transportasi: Fokus pada Keselamatan dan Cuaca Ekstrem

Menhub Dudy Purwagandhi memaparkan serangkaian langkah kesiapan sektor transportasi, terutama pada jalur penyeberangan, kereta api, dan pelayaran yang kerap mengalami lonjakan penumpang saat Nataru. Pemerintah, katanya, telah menyiapkan skema pengaturan pergerakan masyarakat serta penguatan standar keselamatan.

Dudy menegaskan bahwa pengawasan angkutan laut akan ditingkatkan, terutama di wilayah yang memiliki volume penumpang tinggi. Ia mengingatkan bahwa kecenderungan penumpang memaksakan diri naik kapal meski melebihi kapasitas harus diantisipasi secara serius.

Untuk itu, Kementerian Perhubungan menyiapkan distribusi tambahan pelampung (life vest) dan memberikan peringatan kepada operator kapal mengenai kewajiban menjaga keselamatan, terlebih menghadapi potensi cuaca ekstrem.

“Kami menambah ‘life vest’ dan terus mengingatkan operator. Salah satu fokus kita adalah aspek cuaca,” ujar Dudy.

Dengan persiapan lintas sektor tersebut, pemerintah berharap periode Nataru 2025/2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan tanpa gangguan besar pada arus transportasi maupun stabilitas harga di daerah. (Red)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *