August 31, 2026
images (2)

KINNEWS.ID, Nusa Tenggara Timur– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 47 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15 Agustus 2026). Pendataan dan penanganan korban masih dilakukan oleh tim gabungan di sejumlah wilayah terdampak.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan puluhan korban meninggal tersebut tersebar di beberapa kabupaten.

Berdasarkan data yang disampaikan BNPB, korban meninggal tercatat di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka tiga orang, serta masing-masing satu orang di Ngada dan Ende.

Selain korban meninggal, sejumlah warga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis. Tim gabungan juga terus melakukan pencarian, evakuasi, serta pendataan terhadap warga yang terdampak gempa.

Ratusan Rumah Mengalami Kerusakan

Dampak gempa juga terlihat pada kerusakan bangunan. Data sementara BNPB hingga Sabtu pukul 17.00 WIB mencatat 157 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada permukiman warga. Sejumlah fasilitas publik turut terdampak, antara lain 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, dan enam kantor.

Pemerintah bersama BNPB dan unsur terkait terus menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pangan maupun nonpangan ke wilayah yang terdampak.

Tim SAR Kejar Waktu Evakuasi

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin Muchlisin mengatakan operasi pencarian dan pertolongan masih berlangsung di lapangan.

Menurut dia, tim SAR berupaya memaksimalkan waktu 72 jam pertama setelah kejadian untuk mencari dan menyelamatkan korban yang kemungkinan masih berada di lokasi terdampak.

“Kita semua berharap dengan semua dukungan seluruh potensi SAR Nasional yang ada di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Basarnas juga mengerahkan sejumlah sumber daya tambahan. Tim dari kantor pusat akan menuju wilayah terdampak, sementara helikopter Basarnas telah disiagakan di Bandara Ngurah Rai. Peralatan drone juga dipersiapkan untuk mendukung pemantauan dari udara.

Selain itu, kapal KN Puntadewa yang sebelumnya berada di Maumere telah tiba di Pelabuhan Waingapu untuk mendukung operasi evakuasi.

Gempa Berpusat di Laut

Gempa utama terjadi pada Sabtu pagi. Data BNPB dan informasi kebencanaan yang diperbarui menyebut gempa tersebut berkekuatan M7,7 dengan pusat gempa berada di laut, di kawasan timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT. Gempa berpusat pada kedalaman sekitar 15 kilometer.

Gempa tersebut juga memicu peringatan potensi tsunami di sejumlah wilayah pesisir. BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa M7,7 mengguncang wilayah Nagekeo.

Setelah gempa utama, rangkaian gempa susulan masih terjadi. Tim gabungan hingga kini masih melakukan asesmen untuk mengetahui keseluruhan dampak bencana serta memastikan kebutuhan warga di wilayah terdampak dapat segera terpenuhi.

Masyarakat di daerah terdampak diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan lembaga kebencanaan serta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan untuk menghindari risiko lanjutan. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *