KINNEWS.ID, Aceh — Banjir melanda Kabupaten Aceh Barat dan berdampak pada 7.418 jiwa atau 3.725 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 64 desa di 10 kecamatan. Data tersebut disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat pada Jumat, 28 November 2025.
Koordinator Pusdalops BPBD Aceh Barat, Mashuri, menyebutkan bahwa ketinggian air di sejumlah titik masih bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga lebih dari satu meter, dan berpotensi bertambah jika hujan kembali turun.
Sejumlah kecamatan yang terdampak banjir meliputi Johan Pahlawan, Meureubo, Sungai Mas, Arongan Lambalek, Woyla Timur, Pante Ceureumen, Woyla Barat, Kaway XVI, Samatiga, serta Woyla. Puluhan desa di wilayah tersebut terendam, dengan beberapa titik mengalami banjir cukup dalam.
BPBD mencatat bahwa banjir dipicu oleh meluapnya Sungai Woyla dan Sungai Meureubo, setelah kawasan Aceh Barat diguyur hujan lebat disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir. Kondisi cuaca ekstrem ini membuat debit air sungai meningkat drastis sehingga merendam permukiman warga.
Pantauan tim Pusdalops menunjukkan bahwa sebagian warga telah mengungsi ke lokasi aman, meski pendataan jumlah pengungsi masih terus dilakukan. Sementara itu, BPBD bersama aparat terkait tengah menyiapkan langkah penanganan darurat, termasuk evakuasi, distribusi logistik, hingga pemantauan titik-titik rawan banjir susulan.
Hingga saat ini, petugas di lapangan terus melakukan pemetaan dampak serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak banjir dapat terpenuhi. Pemerintah daerah menghimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat potensi hujan masih tinggi. (Red)
.