April 19, 2026
Isu PHK Massal Kembali Merebak, Dampak Dari Laba GUDANG GARAM Terjun Bebas

Laba Gudang Garam turun drastis, saham rontok, isu PHK massal merebak. KSPI desak pemerintah turun tangan.

KINNEWS.ID, Jakarta – Meski tidak sampai merugi, PT. Gudang Garam Tbk, salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia, yang berpusat di Kediri-Jawa Timur, mencatat penurunan laba drastis dalam beberapa tahun terakhir.

 

Gudang Garam masih membukukan laba Rp. 5,32 triliun pada tahun 2023. Namun, setahun kemudian, laba bersih turun drastis menjadi hanya Rp. 980,8 miliar. Bahkan yang terbaru, hingga semester I-2025, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hanya Rp. 117,16 miliar.

 

Kondisi ini tak lepas dari beban cukai rokok yang terus meningkat tiap tahun serta maraknya peredaran rokok ilegal. Dua faktor tersebut membuat industri rokok besar seperti Gudang Garam semakin keteteran. Dampaknya juga terlihat dari harga sahamnya yang anjlok, di mana pada 2019, GGRM sempat diperdagangkan di Rp. 83.650 per saham, namun kini hanya di kisaran Rp. 8.800 per saham, berdasarkan data Kamis, 4 September 2025.

 

Isu PHK Massal

Di tengah penurunan kinerja, kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) di Gudang Garam merebak luas di media sosial. Sebuah video menayangkan gambar puluhan karyawan berseragam logo Gudang Garam berjabat tangan penuh haru di pabrik Gudang Garam, Tuban.

 

Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI, Said Iqbal, mengaku masih akan memverifikasi kabar tersebut. Ia menilai, jika benar terjadi PHK, ini mencerminkan gabungan dari lemahnya daya beli masyarakat, tingginya cukai, terbatasnya pasokan tembakau, hingga kurangnya inovasi produk rokok.

 

Gelombang PHK bisa meluas, bukan hanya di Gudang Garam, tapi juga buruh tembakau, logistik, sopir, pedagang kecil, hingga pemilik kontrakan. Bisa jadi ratusan ribu buruh terdampak,” ujarnya.

 

Iqbal mendesak pemerintah pusat dan daerah segera turun tangan, mengingat kasus PHK massal seperti di Sritex sebelumnya dinilai tidak ditangani tuntas. Namun meski menekankan pentingnya menyelamatkan industri rokok nasional, ia juga mengingatkan agar kampanye kesehatan tetap berjalan secara seimbang.

 

Saham Gudang Garam mayoritas dimiliki keluarga Wonowidjojo melalui PT. Suryaduta Investama (69,2%). Susilo Wonowidjojo adalah generasi kedua penerus Surya Wonowidjojo yang menjadi pemegang saham utama, sementara sang adik, Juni Setiawati Wonowidjojo, menjabat Komisaris Utama dengan kepemilikan saham 0,5%. Juni juga dikenal sebagai salah satu perempuan terkaya di Indonesia dengan portofolio luas, termasuk di PT Antam Tbk.

 

Hingga kini, pihak Gudang Garam masih belum memberikan keterangan resmi mengenai isu PHK yang merebak tersebut. (Red/IP)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *