April 17, 2026
images (21)

KINNEWS.ID – Ketegangan politik internasional kembali memanas setelah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, secara terbuka membela Paus Leo XIV yang menjadi sasaran kritik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Kontroversi bermula ketika Paus Leo XIV menyampaikan kritik terhadap kebijakan Amerika Serikat terkait Iran. Ia menilai ancaman terhadap rakyat Iran bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Dalam khotbahnya, Paus juga menyinggung bahwa keinginan untuk mendominasi tidak sejalan dengan ajaran Yesus Kristus, yang juga merupakan keyakinan Trump

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Trump, yang kemudian menyebut Paus sebagai sosok yang lemah dalam menyikapi isu global.

Menanggapi hal itu, Masoud Pezeshkian menyampaikan pembelaannya melalui media sosial.

“Yang Mulia Paus Leo XIV, saya mengutuk penghinaan terhadap Yang Mulia atas nama bangsa besar Iran… penodaan terhadap Yesus, nabi perdamaian dan persaudaraan, tidak dapat diterima,” tulisnya.

Dukungan terhadap Paus juga datang dari berbagai pihak. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menilai kritik terhadap Paus sebagai serangan terhadap nilai perdamaian dan kemanusiaan.

Sementara itu, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menyatakan dukungannya dengan menekankan pentingnya suara perdamaian di tengah konflik global.

“Siapa yang menabur angin, akan menuai badai… Leo XIV menabur perdamaian dengan keberanian,” ujarnya.

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, juga menyebut pernyataan Trump terhadap Paus sebagai hal yang tidak dapat diterima.

Paus: Tetap Bersuarakan Perdamaian

Di tengah kritik tersebut, Paus Leo XIV menegaskan tidak gentar terhadap tekanan politik.

“Saya tak takut dengan pemerintahan Trump,” ujarnya kepada wartawan.

Ia menegaskan akan tetap menyuarakan penolakan terhadap perang dan berpegang pada ajaran Injil.

“Saya hanya berpegang pada ajaran Injil dan akan terus bersuara lantang untuk menentang perang,” katanya.

Sementara itu, Donald Trump melalui platform Truth Social menyatakan ketidaksetujuannya terhadap sikap Paus, bahkan menyebutnya lemah dalam kebijakan luar negeri.

Pernyataan saling berbalas ini mencerminkan meningkatnya ketegangan antara aktor politik global, sekaligus memperlihatkan perbedaan tajam dalam pendekatan terhadap konflik internasional dan isu kemanusiaan. (Red)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *