April 19, 2026
KPK Usut Dugaan Aliran Dana ke Ridwan Kamil dari Kasus BJB

(Arsip) Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat. (Dok: Antara)

KINNEWS.ID, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menelusuri aliran uang yang diduga diterima mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK), terkait kasus korupsi iklan Bank BJB. Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa dana tersebut sementara ini diduga digunakan untuk kepentingan pribadi dan sejumlah aset milik RK.

“Sejauh yang kami dalami, uang itu dipakai untuk kebutuhan pribadi dan juga aset-aset lainnya. Karena itu dalam perkara ini sudah ada beberapa barang bukti yang kami amankan,” ujar Budi kepada wartawan, pada Kamis 11 September 2025.

Meski demikian, KPK belum mengonfirmasi apakah aliran dana itu juga berkaitan dengan Pilkada Jakarta 2024 atau tidak. Pihaknya menyatakan masih melakukan penelusuran lebih dalam, termasuk kemungkinan adanya aliran dana ke pihak lain.

Sebagai bagian dari proses penyidikan, KPK telah menyita 1 (satu) unit mobil Mercedes-Benz (Mercy) dan motor Royal Enfield. Selain itu, penggeledahan juga dilakukan di rumah pribadi Ridwan Kamil serta kantor pusat Bank BJB.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan 5 (lima) orang tersangka, yakni Yuddy Renaldi (mantan Direktur Utama Bank BJB), Widi Hartono (eks Pimpinan Divisi Corporate Secretary Bank BJB), serta tiga pihak swasta: Ikin Asikin Dulmanan, Suhendrik, dan Sophan Jaya Kusuma. Dugaan korupsi tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian negara hingga Rp. 222 miliar, dengan modus penggelembungan anggaran (mark up) belanja media di Bank BJB.

Bantahan Ridwan Kamil

Menanggapi isu tersebut, Ridwan Kamil secara tegas membantah tuduhan keterlibatan dirinya. Ia menegaskan bahwa sebagai Gubernur Jabar, perannya hanya bersifat ex-officio, menerima laporan dari Kepala Biro BUMD atau komisaris perwakilan gubernur, tanpa terlibat langsung dalam operasional Bank BJB.

RK juga membantah kabar adanya penyitaan deposito Rp. 70 miliar di rumahnya. “Deposito itu bukan milik kami. Tidak ada deposito saya atau keluarga yang disita KPK,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan alasan jarang muncul di ruang publik sejak awal tahun. RK mengatakan bahwa kondisinya sehat walafiat, hanya saja memang sejak awal tahun tidak terlalu sering membagikan aktivitas pribadi di media sosial.

Kasus korupsi iklan Bank BJB ini menjadi sorotan publik lantaran melibatkan pejabat tinggi daerah serta dugaan kerugian negara yang sangat besar. KPK memastikan proses penyelidikan akan terus berlanjut untuk menelusuri aliran dana lebih jauh. (Red)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *