April 19, 2026
IMG_3262.jpeg

KINNEWS.ID, Jakarta – Perayaan ulang tahun ke-51 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tahun ini berlangsung meriah dengan menghadirkan pertunjukan budaya berskala besar yang melibatkan ribuan seniman dari seluruh Indonesia.

Mengusung tema “Preservasi Budaya Tanpa Henti”, TMII menampilkan pagelaran tari bertajuk “Gelora Nusantara” yang melibatkan sekitar 1.000 penari dari 34 provinsi.

Pelaksana Tugas Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, menyampaikan bahwa pertunjukan ini menjadi agenda utama dalam perayaan tersebut.

“Pertunjukan utama dalam perayaan HUT ke-51 pagelaran tari Gelora Nusantara dari 34 provinsi yang melibatkan 1.000 penari,” ujarnya.

Target Kunjungan dan Rekor Nasional

Rangkaian acara berlangsung selama 5 (lima) hari, yakni pada 18, 19, 24, 25, dan 26 April 2026.

TMII menargetkan jumlah pengunjung selama periode tersebut dapat mencapai 100 ribu orang.

“Kami menargetkan dalam lima hari tersebut jumlah kunjungan mampu menembus 100 ribu orang,” kata Ratri.

Selain memecahkan rekor MURI, perayaan ini juga dirancang untuk memperkuat posisi TMII sebagai pusat budaya nasional.

Ragam Aktivitas Budaya Interaktif

Tidak hanya pertunjukan tari, TMII juga menghadirkan berbagai kegiatan budaya lainnya seperti “Experience Bali in Day”, “Icip-Icip Nusantara”, serta pertunjukan Tari Kecak dan Shinta Obong.

“Seluruh kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan budaya dalam format yang lebih dekat, interaktif, dan bermakna,” ujarnya.

Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah Gunungan Hasil Bumi yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam perebutan hasil bumi yang diarak di kawasan TMII.

Transformasi TMII sebagai Ekosistem Budaya

Ratri menegaskan bahwa selama lebih dari lima dekade, TMII telah menjadi representasi keberagaman budaya Indonesia.

“TMII terus bertransformasi sebagai ekosistem budaya yang hidup. Tidak hanya menjaga warisan tapi menghadirkan pengalaman yang relevan,” katanya.

Sementara itu, Vice President Corporate Secretary InJourney, Yudhistira Setiawan, menilai TMII memiliki peran strategis dalam penguatan identitas bangsa melalui sektor pariwisata.

“TMII bukan sekadar destinasi wisata, melainkan instrumen penguatan identitas bangsa dan platform nation branding Indonesia,” ujarnya.

Direktur Komersial InJourney Destination Management, Gistang Richard Panutur, menambahkan bahwa pelestarian budaya menjadi fondasi utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.

“Pariwisata tidak hanya menjadi ruang kunjungan, tapi juga ruang interaksi, pembelajaran, dan pemberdayaan,” katanya.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *