April 21, 2026
images (28)

KINNEWS.ID – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu) memastikan hingga saat ini tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak dalam gempa berkekuatan besar yang mengguncang Jepang bagian utara, Senin 20 April 2026 (waktu setempat).

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyatakan pihaknya telah menerima laporan awal dari KBRI Tokyo terkait situasi di lapangan, termasuk adanya peringatan tsunami di sejumlah wilayah.

“Hingga saat ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa,” ujar Heni dalam keterangan tertulis.

KBRI Intensif Pantau WNI

Kemlu melalui KBRI Tokyo terus menjalin komunikasi dengan komunitas WNI, khususnya di wilayah yang terdampak seperti Prefektur Aomori dan Iwate.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi WNI tetap aman serta memberikan bantuan jika dibutuhkan.

Selain itu, pemerintah Indonesia mengimbau seluruh WNI di Jepang, terutama di wilayah terdampak, untuk tetap waspada dan mengikuti arahan otoritas setempat.

Imbauan Evakuasi dan Hotline Darurat

WNI di Prefektur Aomori, Iwate, dan Hokkaido diminta untuk terus memantau perkembangan informasi terkait potensi tsunami serta segera melakukan evakuasi jika diperlukan.

Bagi WNI yang membutuhkan bantuan darurat, KBRI Tokyo menyediakan layanan hotline yang dapat dihubungi sewaktu-waktu.

Gempa Picu Peringatan Tsunami

Gempa berkekuatan sekitar 7,4 hingga 7,5 magnitudo tersebut terjadi pada Senin sore, 20 April 2026, waktu setempat. Berdasarkan data United States Geological Survey (USGS), pusat gempa berada sekitar 71 kilometer dari Kota Miyako, Prefektur Iwate.

Pemerintah Jepang kemudian mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir utara dan timur laut, termasuk Aomori, Iwate, dan Hokkaido.

Dampak dan Respons Jepang

Laporan dari Kyodo News menyebutkan bahwa sejumlah layanan transportasi sempat terganggu, termasuk penghentian sementara operasional kereta cepat yang menghubungkan Tokyo dengan wilayah utara Jepang.

Meski demikian, otoritas Jepang memastikan tidak ditemukan kondisi abnormal pada fasilitas penting, termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah terdampak. (Red)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *