KINNEWS.ID, Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani atau Ari, menegaskan negara tidak boleh membiarkan anak-anak menghadapi beban hidup sendirian, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan pendidikan dasar.
Pernyataan itu disampaikan Ari sebagai respons atas peristiwa tragis meninggalnya seorang siswa Sekolah Dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan pena.
“Jangan biarkan anak-anak memikul beban hidup sendirian. Apalagi menyangkut kebutuhan belajar yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara,” ujar Ari.
Ia menyebut kasus tersebut sangat memilukan dan harus menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, jika motif ekonomi benar menjadi pemicu, hal itu menunjukkan negara belum sepenuhnya hadir melindungi anak dari tekanan kemiskinan yang berdampak pada kondisi mental dan kelangsungan pendidikan.
Ari menekankan pentingnya penguatan jaring pengaman sosial di lingkungan sekolah agar tidak ada lagi anak yang merasa terbebani karena keterbatasan ekonomi.
“Ke depan, negara wajib memastikan tidak ada anak yang putus asa hanya karena kemiskinan,” tegasnya.
Di sisi lain, Ari juga meminta peran orang tua, keluarga, dan lingkungan sekitar untuk lebih peka terhadap kondisi mental anak, tidak menyepelekan keluhan kecil, serta aktif memberikan dukungan emosional. (Red)
.