March 4, 2026
images (14)

KINNEWS.ID, Jakarta – Banjir meluas di Jakarta, pada Senin 12 Januari 2026 sore hari. Terpantau 57 RT dan 39 ruas jalan masih terendam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa banjir yang melanda Jakarta semakin meluas. Hingga Senin petang pukul 17.00 WIB, tercatat sebanyak 57 Rukun Tetangga (RT) dan 39 ruas jalan masih terendam banjir.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak siang hari.

“Update genangan hingga pukul 17.00 WIB, terdapat 57 RT dan 39 ruas jalan terendam,” ujar Yohan di Jakarta, Senin 12 Januari 2026.

Ia menjelaskan, ketinggian genangan air bervariasi mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 1 meter di sejumlah titik. Wilayah terdampak tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.

Titik-Titik Daerah Terdampak

Di Jakarta Barat, banjir merendam 12 RT yang tersebar di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Kamal, dan Tegal Alur, dengan ketinggian air antara 40 hingga 75 sentimeter. Banjir di wilayah ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi.

Sementara di Jakarta Selatan, terdapat 20 RT terdampak banjir yang meliputi Kelurahan Cilandak Barat, Pondok Labu, Cipete Utara, Pela Mampang, Duren Tiga, Cilandak Timur, dan Pejaten Timur. Ketinggian air di wilayah ini mencapai hingga 1 meter akibat hujan deras dan luapan Kali Krukut.

Jakarta Timur menjadi wilayah dengan jumlah RT terdampak terbanyak kedua, yakni 18 RT. Genangan terjadi di Kelurahan Rawa Terate, Bidaran Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan, dengan ketinggian air hingga 1 meter akibat luapan Kali Ciliwung.

Sedangkan di Jakarta Utara, banjir merendam 2 RT di Kelurahan Tanjung Priok dengan ketinggian air sekitar 35 sentimeter.

Selain permukiman warga, banjir juga merendam 39 ruas jalan di berbagai wilayah Jakarta, yang berdampak pada kelancaran lalu lintas dan aktivitas masyarakat.

BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan air dan penanganan darurat.

BPBD mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan susulan. Warga diminta segera menghubungi nomor darurat 112 apabila membutuhkan bantuan. (Red)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *