March 4, 2026
Mahasiswa Unud Diduga Bunuh Diri Usai Dibully, Kemendikti Saintek Desak Bentuk Tim Investigasi

Kemendikti Saintek Desak Bentuk Tim Investigasi Usai Kematian Timothy Anugerah Saputra, Mahasiswa Universitas Udayana Yang Diduga Bunuh Diri Usai Dibully

KINNEWS.ID, Denpasar – Kasus Dugaan Perundungan di Unud, Kemendikti Saintek Minta Investigasi Transparan atas Kematian Mahasiswa Timothy

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) angkat bicara terkait meninggalnya mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Bali, Timothy Anugerah Saputra (22), yang diduga bunuh diri setelah mengalami perundungan. Insiden tragis itu terjadi di Gedung FISIP Unud, Denpasar, pada Rabu 15 Oktober 2025 lalu di sekitar pukul 09.00 WITA.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikti Saintek, Khairul Munadi, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kejadian tersebut.

“Kemdiktisaintek turut berduka cita atas wafatnya saudara Timothy, mahasiswa Universitas Udayana,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (19/10/2025).

Khairul menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinan Unud agar penanganan kasus dilakukan secara transparan, objektif, dan berkeadilan.

“Kami percaya kampus akan menempuh langkah yang bijak dengan tetap mengutamakan perlindungan dan pemulihan suasana akademik yang aman bagi seluruh sivitas,” katanya.

Dugaan Perundungan dan Reaksi Publik

Timothy, mahasiswa semester VII Program Studi Sosiologi, diduga mengalami tekanan psikologis berat akibat perundungan dari teman-temannya. Kabar duka ini segera menyebar luas di media sosial dan memicu gelombang simpati serta kemarahan publik.

Beredar pula tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang menunjukkan korban sering dijadikan bahan ejekan. Ironisnya, setelah peristiwa tersebut, sejumlah mahasiswa malah melecehkan kematian Timothy melalui unggahan di media sosial, yang menuai kecaman dari masyarakat.

Unud Bentuk Tim Investigasi

Menanggapi kasus ini, Rektorat Universitas Udayana membentuk tim investigasi khusus untuk menelusuri dugaan perundungan yang menimpa korban. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, membenarkan langkah tersebut setelah menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Minggu (19/10/2025).

“Pihak rektor sudah membentuk tim untuk menginvestigasi dan mengecek apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Brian.

Selain membentuk tim khusus, pihak kampus juga memberikan pendampingan kepada keluarga korban dan mahasiswa yang terdampak. Kemendikti Saintek berkomitmen memantau jalannya investigasi agar prosesnya berjalan transparan dan adil.

Ajakan Refleksi dan Kepedulian Kampus

Mendiktisaintek Brian Yuliarto menilai tragedi ini sebagai peringatan bagi seluruh civitas akademika untuk lebih peka terhadap kondisi sosial dan psikologis mahasiswa di lingkungan kampus.

“Banyak kasus yang tertutup dan tidak terlihat. Kami ingin kampus membangun atmosfer yang saling peduli dan mendukung, bukan menekan,” ucapnya.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan memunculkan desakan agar pihak universitas serta aparat hukum menindak tegas pelaku perundungan, sekaligus memperkuat sistem perlindungan mental bagi mahasiswa di seluruh perguruan tinggi di Indonesia. (Red)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *