March 4, 2026
Bangunan Mushala Ponpes Ambruk di Sidoarjo, 3 Santri Meninggal Dunia

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat meninjau mushala ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (30/9/2025). (Dok: Antara)

KINNEWS.ID, Sidoarjo, Jawa Timur – Menteri Agama KH. Nasaruddin Umar pada kunjungannya Selasa, 30 September 2025 menegaskan, bahwa 3 (tiga) santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, yang meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan mushala tiga lantai, berpulang dalam keadaan syahid.

 

Insiden terjadi pada Senin, 29 September 2025 sekitar pukul 15.00 WIB, ketika para santri tengah menunaikan shalat Ashar. Bangunan mushala yang baru saja menyelesaikan tahap pengecoran lantai tiga, tiba-tiba runtuh dan menimpa jamaah di dalamnya.

 

Korban meninggal dunia adalah Maulana Ibrahimific (15), santri asal Bangkalan yang berdomisili di Surabaya, Mashudul Haq (14) dari Surabaya, serta Muhammad Sholeh (22) asal Bangka Belitung yang wafat di RS Notopuro pada Selasa (30/9).

 

“Insya Allah mereka syuhada. Mereka wafat ketika niatnya menuntut ilmu dan sedang menjalankan ibadah,” kata Menag.

 

Proses evakuasi masih terus dilakukan. Berdasarkan data SAR Surabaya, 102 orang berhasil dievakuasi, 11 di antaranya dibantu oleh tim penyelamat, dan sisanya keluar mandiri. Tiga orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mendapat perawatan di RS Notopuro dan RS Siti Hajar.

 

Menteri Nasaruddin menekankan bahwa musibah ini menjadi pembelajaran besar. Kementerian Agama akan segera merumuskan aturan teknis pembangunan lembaga pendidikan agama agar sesuai standar konstruksi pemerintah. Tujuannya, memastikan keamanan santri maupun masyarakat sekitar.

 

Selain itu, Menag menyoroti pentingnya pemulihan psikologis keluarga korban dan para santri. Ia menyebut langkah awal yang dilakukan adalah stabilisasi emosi, agar bisa berpikir jernih dalam menghadapi musibah.

 

Dalam kunjungannya, Menag menyalurkan bantuan Rp. 610 juta untuk mendukung pemulihan pesantren dan korban terdampak. Dukungan juga datang dari Baznas serta lembaga lain untuk meringankan beban keluarga.

 

Berdasarkan data BPBD Jawa Timur hingga Selasa, 30 September 2025 pukul 11.00 WIB, jumlah korban mencapai 100 orang, terdiri atas 26 pasien rawat inap, 70 sudah pulang, 1 dirujuk, dan 3 meninggal dunia. (Red)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *