April 19, 2026
keterangan-pers-mendiktisaintek-soal-isu-pendidikan-2706425.jpg

KINNEWS.ID, Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia resmi menerbitkan izin pembukaan 156 program studi spesialis dan subspesialis kedokteran guna memperkuat layanan kesehatan nasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto, yang dilaksanakan melalui sinergi antara Kemendikti Saintek dan Kementerian Kesehatan.

“Sebanyak 156 izin prodi spesialis telah diterbitkan, terdiri dari 126 program studi spesialis dan 30 program studi subspesialis,” kata Brian dalam dialog Presiden RI dengan 1.000 akademisi di Istana Negara, Jakarta.

Brian menjelaskan bahwa kebijakan ini berdampak langsung terhadap peningkatan jumlah mahasiswa kedokteran. Pada awal tahun 2026, tercatat penambahan sekitar 3.150 mahasiswa baru program spesialis dan subspesialis.

Dengan penambahan tersebut, jumlah mahasiswa kedokteran kini mencapai 8.650 orang, meningkat signifikan dari sebelumnya sekitar 5.000 mahasiswa.

Selain memperkuat sektor kesehatan, pemerintah juga terus meningkatkan dukungan pendanaan riset nasional. Brian mengungkapkan bahwa total anggaran riset saat ini telah melampaui Rp. 8 triliun, baik yang dikelola oleh Kemendikti Saintek maupun bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Rasio anggaran riset terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kini mencapai 0,34 persen.

Selain sektor kesehatan, pemerintah juga meningkatkan dukungan terhadap riset nasional. Riset nasional diarahkan untuk mendukung kebutuhan industri strategis dan ketahanan pangan nasional. (Red)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *