May 3, 2026
images

KINNEWS.ID, Jakarta – Perumda Pasar Jaya melakukan pembenahan besar-besaran di Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali pasar tradisional berbasis komunitas anak muda.

Revitalisasi ini mencakup peningkatan infrastruktur hingga penguatan ekosistem bisnis yang lebih relevan dengan gaya hidup generasi muda.

Manajer Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh, mengatakan bahwa berbagai perbaikan fisik telah selesai dilakukan guna meningkatkan kenyamanan pengunjung dan pedagang.

“Perbaikan ini menjadi langkah awal dalam proses rebranding Pasar Santa agar lebih menarik dan kompetitif,” ujarnya.

Beberapa pembaruan yang dilakukan antara lain pengecatan ulang bagian luar gedung untuk menciptakan tampilan lebih modern dan bersih. Selain itu, fasilitas umum seperti toilet juga diperbaiki agar lebih higienis.

Tidak hanya itu, Pasar Jaya juga menghadirkan ATM Center baru untuk memudahkan transaksi serta mengganti lantai koridor dengan keramik baru guna meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Pada area food court, sistem sirkulasi udara diperbaiki melalui pemasangan kipas angin tambahan agar suasana lebih nyaman saat beraktivitas.

Sementara itu, di bagian luar, dilakukan betonisasi area parkir untuk mendukung kelancaran mobilitas kendaraan. Fasilitas pengelolaan sampah juga ditingkatkan dengan pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang lebih tertata.

Sebagai pelengkap, ruang terbuka hijau turut ditambahkan melalui pembangunan taman di area Lobi 6 yang dapat dimanfaatkan sebagai area tunggu maupun ruang interaksi.

Topik menilai bahwa tantangan pasar tradisional saat ini semakin besar, terutama dalam menghadapi persaingan dengan pusat perbelanjaan modern.

Karena itu, pembaruan fisik dinilai menjadi fondasi penting sebelum penguatan konsep dan branding yang lebih spesifik.

Selain revitalisasi fisik, Pasar Jaya juga rutin menggelar Pasar Santa Festival sebagai ruang bagi komunitas kreatif dan pelaku UMKM untuk beraktivitas.

“Pasar Santa kini hadir dengan wajah baru yang lebih nyaman, tanpa meninggalkan identitasnya sebagai pusat kuliner dan komunitas kreatif,” kata Topik.

Festival ini diharapkan tidak hanya menarik kunjungan sesaat, tetapi juga mampu membangun loyalitas pengunjung dalam jangka panjang. (Red)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *