April 10, 2026
69271339a29e5a15d8e282c6fe951298

KINNEWS.ID, Jakarta – Tumpukan sampah yang menggunung di kawasan Rusunawa Angke, Tambora, Jakarta Barat, tidak hanya menimbulkan bau menyengat, tetapi juga merusak bangunan warga. Dinding sebuah warung milik pedagang sayur bahkan dilaporkan roboh akibat tekanan dari sampah yang menumpuk.

Pemilik warung, Masruroh (67), menceritakan bahwa sampah yang menumpuk hingga setinggi atap warungnya menjadi semakin berat karena banyaknya sampah basah.

“Sampai tembok saya itu bruk, roboh karena menampung sampah itu. Sampahnya sampai ke atas,” kata Masruroh kepada wartawan di lokasi, Senin, 6 April 2026.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi ini bukan hal baru. Menurutnya, warga sekitar telah lama membuang sampah di lokasi tersebut dan sering kali tidak segera diangkut oleh petugas kebersihan.

“Dulu, orang tidak buang sampah di sini. Sekarang, dari mana-mana, baunya juga parah, dan sampahnya sampai berbulan-bulan tidak diangkut,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat lingkungan sekitar warung dipenuhi bau tidak sedap, belatung, serta cairan limbah yang mengalir ke berbagai arah.

Meski sebagian besar sampah kini telah diangkut oleh petugas, sisa-sisa limbah domestik masih terlihat berserakan di beberapa titik. Bau menyengat juga masih tercium karena sampah sebelumnya telah mengendap cukup lama.

Di tengah kondisi yang memprihatinkan tersebut, Masruroh tetap bertahan berjualan sayur demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Kadang juga ada belatung yang keluar, tapi, ya, saya mau gimana lagi, anak masih belum pada mapan, kadang kerja kadang enggak. Jadi, saya dagang, tidurnya pun kadang di sini,” tuturnya.

Masruroh berharap ada pengawasan yang lebih ketat dari pemerintah serta kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Pengennya saya, mah, bersih. Siapa pun yang mengatur, yang penting saya maunya bersih dan aman,” ungkapnya.

Pantauan di lokasi pada Senin sore menunjukkan bahwa kondisi kawasan mulai membaik setelah dilakukan pengangkutan sampah. Namun, permasalahan kebersihan belum sepenuhnya teratasi dan masih membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. (Red)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *