March 3, 2026
IMG_20251107_234443_330

KINNEWS.ID, Jakarta — Dua kerangka manusia ditemukan di dalam Gedung ACC di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, yang sebelumnya mengalami kebakaran hebat pada Agustus 2025.

Pemilik gedung, Ikhsan, mengungkapkan penemuan itu terjadi saat proses pengecekan awal sebelum renovasi bangunan dimulai.

“Dalam proses pengecekan sebelum direnovasi itu, tim vendor melaporkan kepada kami bahwa mereka menemukan kerangka yang diduga kerangka manusia,” ujar Ikhsan dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (—/10/2025).

Kebakaran Hebat pada Agustus 2025

Ikhsan menjelaskan, gedung miliknya terbakar hebat pada 29 Agustus 2025, setelah terjadi kerusuhan oleh sekelompok orang yang berusaha masuk ke area gedung.

“Akibat dari kejadian tersebut, hampir seluruh bagian gedung kami terbakar dan kondisinya menjadi kurang stabil,” ujarnya.

Setelah kebakaran, aktivitas di gedung dihentikan sepenuhnya, dan hanya petugas keamanan internal yang menjaga area tersebut untuk mencegah adanya pihak yang masuk tanpa izin.

“Karena kondisinya yang tidak memungkinkan, kami tidak melakukan kegiatan apa pun di lokasi,” kata Ikhsan.

Ditemukan Saat Persiapan Renovasi

Beberapa waktu kemudian, pihaknya menunjuk vendor teknis untuk melakukan pengecekan struktur sebelum proses renovasi.

Namun, saat proses tersebut, ditemukan dua kerangka manusia di dalam bangunan. Penemuan itu langsung dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat.

“Kami sudah menyampaikan laporan resmi kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Ikhsan.

Ikhsan juga menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat penegak hukum.

“Kami berharap penyelidikan ini bisa mengungkap identitas korban dan penyebab keberadaannya di dalam gedung,” ujarnya.

Identitas Korban Terungkap di RS Polri

Dua kerangka tersebut kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan proses identifikasi forensik.

Kepala Biro Laboratorium dan Dokkes Polri, Brigjen Pol. Sumy Hastry Purwanti, menyatakan hasil pemeriksaan memastikan bahwa keduanya adalah Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid.

“Nomor posmortem 0080 cocok dengan antemortem 002 sehingga teridentifikasi sebagai Reno Syahputra Dewo, anak biologis dari Bapak Muhammad Yasin,” jelas Sumy.

Sementara itu, “Nomor posmortem 0081 cocok dengan antemortem 001 sehingga teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Hamid, anak biologis dari Bapak Hamidi,” lanjutnya.

Proses Identifikasi dan Barang Bukti

Sumy menjelaskan bahwa hasil analisis tulang tengkorak dan panggul menunjukkan keduanya berjenis kelamin laki-laki.

Selain pemeriksaan primer melalui DNA, proses identifikasi juga diperkuat dengan data sekunder berupa perhiasan kalung dan kepala ikat pinggang yang ditemukan di sekitar lokasi kerangka.

“Semua hasil pemeriksaan sudah menunjukkan kecocokan kuat dengan data keluarga korban,” ujar Sumy.

Sebelumnya, kedua korban dilaporkan hilang sejak kerusuhan 29 Agustus 2025, ketika api melahap sebagian besar Gedung ACC Kwitang.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian kedua korban dan dugaan apakah mereka terjebak saat kebakaran terjadi. (Red)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *