March 4, 2026
Ancaman Bom Guncang 2 Sekolah Internasional di Tangerang, Tuntut Tebusan USD 30.000

Salah satu sekolah internasional di Tangerang Selatan (Tangsel) yang mendapat ancaman bom (Dok: Antara)

KINNEWS.ID, Tangerang – Dua sekolah bertaraf internasional di wilayah Tangerang Raya, yakni Jakarta Nanyang School di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, dan Mentari International School (MIS) di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan. Keduanya mendapat ancaman bom dari orang tak dikenal, Selasa 7 Oktober 2025.

Ancaman tersebut dikirim melalui pesan WhatsApp dan surat elektronik (email) yang diterima langsung oleh pihak manajemen kedua sekolah. Dalam pesan tersebut, pelaku menuntut uang tebusan sebesar USD 30.000 (sekitar Rp. 480 juta) dan mengancam akan meledakkan bom dalam waktu 45 menit bila permintaan tidak dipenuhi.

“Pesan ini untuk semua orang, kami telah memasang bom di sekolah kalian. Bom akan aktif dalam 45 menit. Jika tidak membayar USD 30.000 ke alamat bitcoin kami, kami akan meledakkannya,” demikian isi pesan ancaman tersebut.

Pelaku yang menggunakan nomor telepon berkode +234 juga memperingatkan agar pihak sekolah tidak menghubungi polisi, karena ancamannya akan segera dijalankan jika tuntutan diabaikan.

Menanggapi laporan tersebut, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor Inkiriwang membenarkan adanya ancaman bom dan langsung menurunkan tim gabungan dari Polres Tangsel, Brimob Polda Metro Jaya, dan Unit Jibom Gegana untuk melakukan penyisiran dan sterilisasi di kedua lokasi.

“Betul, ada ancaman bom di dua sekolah tersebut. Kami bersama tim Gegana sudah melakukan sterilisasi dan pengecekan di tempat kejadian,” ujar Victor.

Hasil penyisiran menunjukkan tidak ditemukan adanya bahan peledak atau benda mencurigakan di kedua sekolah tersebut. Meski demikian, kepolisian tetap melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pelaku pengirim pesan teror tersebut.

“Nomor yang digunakan pelaku sama. Kami sedang melakukan langkah-langkah penyelidikan secara intensif untuk mengungkap siapa pengirim ancaman ini,” jelas Kapolres.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan segera melapor jika menerima informasi serupa, demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah.

Langkah cepat aparat gabungan ini memastikan bahwa kegiatan belajar-mengajar di dua sekolah tersebut dapat kembali berjalan normal, sekaligus menjadi bukti kesigapan aparat dalam menangani ancaman keamanan berbasis digital di lingkungan pendidikan. (Red)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *