Ilustrasi Gerhana Matahari Sebagian (Dok: Wikipedia/Yurakum)
KINNEWS.ID, Jakarta – Fenomena astronomi berupa Gerhana Matahari Sebagian (parsial) terjadi pada 21 September 2025. Sayangnya, menurut keterangan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peristiwa langka ini tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia, karena jalur gerhana tidak melintasi kawasan Asia Tenggara.
Apa Itu Gerhana Matahari Sebagian?
Gerhana Matahari Sebagian terjadi ketika Bulan melintas di antara Matahari dan Bumi, namun tidak sepenuhnya menutupi cahaya Matahari. Akibatnya, hanya sebagian cahaya Matahari yang terhalangi, sehingga terlihat seolah Matahari “tercuil” atau terpotong sebagian. Fenomena ini menghasilkan bayangan parsial di permukaan Bumi.
Meski tidak seindah Gerhana Matahari Total, gerhana parsial tetap menjadi momen menarik karena langka terjadi di suatu wilayah tertentu, tergantung jalur lintasan Bulan saat menghalangi Matahari.
Negara yang Bisa Menyaksikan Gerhana
Menurut data dari Time and Date, gerhana parsial 21 September 2025 bisa disaksikan di sejumlah negara dan wilayah di belahan Bumi Selatan, di antaranya:
-
- Australia bagian timur
- New Zealand
- Fiji
- Samoa
- Tonga
- Tuvalu
- Vanuatu
- Kiribati
- Polinesia Prancis
- Cook Island
- Norfolk Island
- Niue
- New Caledonia
- Tokelau
- Wallis dan Futuna
- American Samoa
- Sebagian wilayah Antartika
Bagi masyarakat di wilayah tersebut, fenomena ini akan menjadi tontonan langit yang spektakuler pada siang hari.
Jadwal Gerhana Matahari 21 September 2025
BMKG merilis jadwal resmi gerhana dalam Universal Time (UTC). Jika dikonversi ke Waktu Indonesia Barat (WIB), waktu pelaksanaan akan bertambah +7 jam.
-
- Awal gerhana: 17.29 UTC → 00.29 WIB (22 September 2025)
- Puncak gerhana: 19.41 UTC → 02.41 WIB (22 September 2025)
- Akhir gerhana: 21.53 UTC → 04.53 WIB (22 September 2025)
Karena waktunya terjadi malam hingga dini hari waktu Indonesia, otomatis fenomena ini tidak bisa diamati langsung dari langit Nusantara.
Alternatif untuk Masyarakat Indonesia
Meski tidak bisa melihat secara langsung, masyarakat Indonesia tetap bisa menikmati fenomena ini melalui siaran langsung (live streaming) dari berbagai platform internasional seperti:
-
- NASA TV
- Time and Date
- Observatorium internasional yang biasa menyiarkan fenomena astronomi
Dengan live streaming, pecinta astronomi di Indonesia tetap dapat merasakan pengalaman menyaksikan gerhana secara real time, meskipun tidak berada di jalur pengamatan.
Gerhana Matahari Sebagian 21 September 2025 adalah salah satu fenomena langit yang sayang untuk dilewatkan. Walaupun tidak bisa disaksikan dari Indonesia, masyarakat tetap dapat menikmatinya melalui siaran langsung internasional.
Bagi negara-negara di belahan Bumi Selatan seperti Australia, New Zealand, dan sejumlah kepulauan Pasifik, fenomena ini akan menjadi tontonan spektakuler di siang hari.
Fenomena langka seperti ini mengingatkan kita akan keindahan alam semesta sekaligus pentingnya menjaga rasa ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan dan astronomi. (Red)
.