March 4, 2026
Indonesia Darurat! Demo Massa Ricuh, Tuntut Keadilan Pasca Tragedi Ojol

Massa dari gabungan mahasiswa dan pengemudi ojol melakukan aksi bersama (Dok: Antara)

KINNEWS.ID – Jakarta – Aksi unjuk rasa besar-besaran mewarnai berbagai kota di Indonesia pada Jumat (29/8/2025). Beberapa aksi diikuti dengan kericuhan yang melumpuhkan transportasi umum hingga kerusakan fasilitas publik, serta berdampak jatuhnya korban, baik dari sisi demonstran maupun aparat kepolisian.

 

Bagaimana sebenarnya kronologis Aksi Demonstrasi ini?

Demonstrasi dimulai sejak Senin (25/8/2025), dengan diikuti oleh warga sipil perorangan, pelajar, pedagang, ojek online, hingga mahasiswa. Unjuk rasa ini menyuarakan kekecewaan rakyat terhadap anggota DPR. Salah satu fokus utamanya adalah meminta transparansi gaji serta tuntutan membatalkan kebijakan tunjangan rumah dan rencana kenaikan gaji anggota DPR yang dianggap tidak adil.

 

Foto: Seluruh elemen masyarakat berkumpul untuk menyuarakan aspirasi.

Emosi masyarakat meningkat dipicu oleh beberapa sikap anggota DPR di sosial media yang dianggap tidak peka dan tidak berempati atas kesengsaraan rakyat, seperti pamer kekayaan, berjoget-joget di ruang rapat DPR, menuntut tunjangan lebih dari yang telah didapatkan, perkataan menghina rakyat, dan lainnya.

 

Sikap tersebut menyulut kemarahan massa yang sedang berunjuk rasa di depan Gedung DPR. Kondisi pun semakin ricuh saat massa dipukul mundur menjauhi Gedung DPR, sehingga mengakibatkan terjadinya bentrok dengan polisi yang berjaga. Massa mulai melempari pagar dengan batu dan botol, dan dibalas gas air mata serta semburan water cannon oleh aparat Kepolisian.

 

Tewasnya Pengemudi Ojol Memicu Amarah Massa

Pada Kamis (27/8/2025), aksi berlanjut dengan tuntutan buruh terkait upah minimum dan kebijakan ketenagakerjaan. Lalu ratusan mahasiswa dari berbagai kampus bergabung untuk menyuarakan penolakan atas kebijakan pemerintah yang merugikan masyarakat.

 

Nahas, situasi unjuk rasa yang awalnya kondusif berakhir dengan kejadian tragis ketika seorang pengemudi ojol, Affan Kurniawan, tewas dilindas kendaraan taktis Brimob (rantis) di lintasan Pejompongan, yang kemudian kabur melarikan diri dari tengah massa yang berteriak histeris. Selain Affan Kurniawan, Moh. Umar Amarudin juga menjadi korban lainnya yang terluka dan dirawat di RSCM.

 

Seluruh rangkaian kejadian yang tertangkap kamera amatir seketika viral di media sosial dan menjadi perhatian publik. Kejadian ini memicu kemarahan massa dan membuahkan desakan pertanggungjawaban pihak Kepolisian. Akibatnya, sejumlah massa diketahui langsung bergerak ke Markas Komando Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat dan bertahan hingga esok harinya.

 

Foto: Berbagai kericuhan terjadi pasca tragedi Pengemudi Ojol dilindas Brimob.

Aksi Berlanjut, Media Internasional Turut Memberitakan

Hingga Jumat (29/8/2025), massa pengemudi ojol yang mendatangi Markas Komando Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat semakin bertambah. Sementara mahasiswa berkumpul di Polda Metro Jaya pada waktu yang sama.

 

Aksi demonstrasi pun terbagi menjadi dua konsentrasi massa, yakni di Polda Metro Jaya dan Mako Brimob Kwitang, dengan tuntutan yang sama yaitu menuntut keadilan atas insiden tersebut dan protes atas tindakan kekerasan yang dilakukan oleh polisi saat mengawal demonstrasi sejak awal pekan.

 

Tak hanya di Jakarta, aksi demonstrasi dan berujung bentrok juga terjadi di beberapa kota di Indonesia dengan menyerukan tuntutan yang sama. Peristiwa ini berhasil menarik berbagai media internasional untuk turut memberitakan secara masif.

 

(Red/IP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *