April 19, 2026
Aksi Demo 25 Agustus, Massa Kepung DPR: “Bubarkan, Tidak Wakili Rakyat”

Massa unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta 25 Agustus 2025

KINNEWS.ID, Jakarta – Penutupan lalu lintas di seputaran Jl. Gatot Subroto dan Slipi terjadi akibat dari adanya aksi demonstrasi/unjuk rasa dari sejumlah aliansi masyarakat di depan Gedung MPR/DPR RI hari ini, 25 Agustus 2025.

 

Sejumlah massa termasuk di dalamnya masyarakat sipil, juga komunitas pengemudi ojek online (ojol) serta pelajar dengan celana sekolah abu-abu tergabung dalam aksi tersebut dan memadati sepanjang jalan di depan gedung perwakilan rakyat.

 

Pengamanan Demo, 1.250 personel diturunkan

 

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo mengatakan bahwa sebanyak 1.250 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan aksi ini.

 

“Silahkan menyampaikan pendapat, tetapi tetap dalam koridor hukum dan ketertiban. Kami hadir untuk memastikan semuanya berjalan dengan aman dan kondusif,” tuturnya.

 

Susatyo menghimbau kepada pendemo untuk tetap menjaga ketertiban dengan tidak melakukan tindakan yang merugikan masyarakat, seperti membakar ban, merusak fasilitas umum, dan menutup akses lalu lintas.

 

Mahasiswa turut andil dalam Demo mewakili suara rakyat

 

Sekitar pukul 13:30 WIB sejumlah mahasiswa berdatangan memasuki area Gelora Bung Karno (GBK) dengan menggunakan 3 (tiga) bus dan beberapa mobil angkutan umum (angkot). Sambil bernyanyi, mereka juga menyerukan perintah kepada demosntran yang sempat dipukul mundur oleh Polisi, untuk kembali melanjutkan aksi ke depan Gedung MPR/DPR RI.

 

Sebelumnya, aparat Brimob terus berusaha menghalau massa agar menjauhi gedung DPR/MPR RI dengan menembakkan gas air mata dan semprotan air ke arah demonstran.

 

Polisi menghalau demonstran di depan Gedung DPR, Jakarta (Dok: ANTARA/Bayu Pratama S)

 

“Pak, yang ditembak harusnya anggota DPR, bukan kami!” teriak pendemo.

 

Sementara itu, Kepolisian dan pihak terkait lainnya terpaksa melakukan rekayasa lalu lintas untuk menghindari kemacetan selama aksi berlangsung.

 

Demo ricuh, massa kecewa terhadap DPR dan Pemerintahan

Polisi menghalau demonstran di depan Gedung DPR, Jakarta (Dok: ANTARA/Bayu Pratama S)

 

Masyarakat sipil bersama mahasiswa turun ke jalan akibat rasa kecewa yang begitu besar atas beberapa kebijakan pemerintahan saat ini. Pemerintahan ini dinilai gagal membawa perubahan baik, bahkan terkesan masih membawa gaya pemerintahan dari era sebelumnya.

 

Para demonstran mempertanyakan gaji dan tunjangan anggota DPR yang angkanya spektakuler yang mencapai hingga ratusan juta.

 

“Apakah kita bisa menerima ini di saat masyarakat kena PHK, gaji anggota DPR justru puluhan sampai ratusan juta?” seorang mahasiswa mempertanyakan.

 

Selain mahasiswa, unjuk rasa ini diikuti oleh sejumlah anggota masyarakat sipil lainnya, termasuk di antaranya adalah buruh pabrik.

 

Seorang buruh yang ikut dalam aksi, mengatakan: “Waktu saya tahu DPR dapat gaji dan tunjangan macam-macam, saya marah,” ucapnya. Ia mendesak DPR dibubarkan sebab tidak mencerminkan kepentingan rakyat.

 

Sebagai respon untuk aksi unjuk rasa ini, Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan bahwa DPR menampung semua aspirasi dan masukan dari masyarakat demi memperbaiki kinerja DPR. (Red/IP)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *