March 4, 2026
pngtree-d-illustration-of-exterior-view-of-an-oil-refinery-chemical-production-image_3890443

KINNEWS.ID, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan peningkatan produksi minyak nasional menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik global, termasuk gejolak politik yang terjadi di Venezuela.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan pemerintah terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan cadangan strategis minyak serta optimalisasi produksi di dalam negeri.

“Sebagai antisipasi, kami terus meningkatkan cadangan strategis minyak nasional dan mengoptimalkan produksi,” ujar Anggia di Jakarta, Selasa, 6 Januari 2026.

Ia menjelaskan peningkatan produksi dilakukan dengan memanfaatkan teknologi dan metode produksi lanjutan, seperti enhanced oil recovery (EOR), fracking, dan horizontal drilling untuk memaksimalkan potensi lapangan minyak yang ada.

Selain itu, pemerintah juga mendorong reformasi kebijakan fiskal, percepatan perizinan, serta peningkatan investasi eksplorasi di wilayah frontier guna menarik minat investor sektor hulu migas. Upaya lainnya adalah reaktivasi sekitar 4.500 sumur minyak idle yang dinilai masih memiliki potensi produksi.

“Kondisi global, termasuk situasi di Venezuela, terus kami pantau,” kata Anggia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum terdapat dampak langsung dari gejolak politik di Venezuela terhadap pasokan maupun harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.

“Kita sumber crude-nya bukan dari sana, jadi masih stabil,” ujar Laode usai penutupan Posko Nasional Sektor ESDM Nataru 2025–2026 di Jakarta.

Meski demikian, pemerintah tetap melakukan langkah antisipatif dan pemantauan intensif terhadap perkembangan geopolitik global, mengingat potensi pengaruhnya terhadap harga minyak dunia.

Gejolak di Venezuela mencuat setelah media internasional melaporkan serangan militer Amerika Serikat ke Ibu Kota Caracas. Situasi tersebut memicu reaksi dari sejumlah negara dan menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan serta pasar energi global. (Red)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *