March 4, 2026
Banjir BALI, Terparah Satu Dekade: 9 Meninggal dan Ratusan Dievakuasi

Banjir Bali Terparah Satu Dekade, 9 Meninggal dan Ratusan Dievakuasi (Dok: SAR Denpasar)

KINNEWS.ID, Bali – Sejumlah wilayah di Bali dilanda hujan deras sejak Selasa, 9 September 2025, memicu bencana banjir besar hingga pohon tumbang. Peristiwa ini terjadi di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, Jembrana, Tabanan, hingga Karangasem. Hujan deras menyebabkan rumah-rumah warga terendam, jalan tergenang, bahkan bangunan roboh.

 

Menurut BMKG, fenomena ini dipicu oleh aktifnya gelombang atmosfer ekuatorial rosby yang memicu pertumbuhan awan konvektif. Tingginya kelembaban udara hingga 12.000-meter mendukung terbentuknya awan dengan puncak sangat tinggi. BMKG memperkirakan hujan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi melanda Bali dalam 3 hari ke depan.

 

Berusaha menembus banjir, warga terpaksa mendorong motornya. (Antara)

 

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho menyampaikan, hujan deras yang terjadi masuk kategori lebat hingga ekstrem. “Dari pantauan BMKG, akumulasi curah hujan harian di wilayah Bali mencapai lebih dari 50 mm per hari (kategori lebat) hingga di atas 150 mm per hari (kategori ekstrem),” kata Cahyo, Rabu (10/9/2025) dalam keterangannya.

 

Dampak Banjir

Di Denpasar, air meluap sejak dini hari dan merendam kawasan Jl. Kebo Iwa Selatan. Rumah kos tergenang hingga setinggi pinggang orang dewasa, sementara akses di Jembatan Tukad Badung dan Jl. Sulawesi lumpuh. Di Kampung Wanasari (Kampung Jawa), rumah-rumah di bantaran sungai hampir tenggelam hingga atap.

 

Turis berjalan menerobos banjir yang menggenangi kawasan Kuta, Bali (Antara)

 

Sebuah bangunan 3 lantai dilaporkan roboh akibat derasnya arus air. Di Kabupaten Jembrana, banjir menelan korban jiwa, termasuk seorang ibu hamil dua bulan, Nita Kumala (23), yang terseret arus bersama sepeda motornya, serta I Komang Oka Sudiastawa (38) yang terpeleset saat mengecek kondisi banjir.

 

“Jadi ada yang memang ditemukan korban, dua orang meninggal,” ujar Gubernur Bali, Wayan Koster.

 

Korban Jiwa dan Evakuasi

Kepala BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, menyebut banjir kali ini adalah yang terparah dalam satu dekade terakhir. BNPB mencatat total 9 (sembilan) orang meninggal dunia: 5 korban di Denpasar, 2 di Jembrana, dan 1 di Gianyar.

 

Selain itu, lebih dari 200 warga berhasil dievakuasi oleh tim SAR. Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Bali melaporkan evakuasi berlangsung sejak pukul 05.00 WITA hingga siang hari.

 

Kondisi Terkini

BNPB memantau, sejak banjir melanda wilayah Denpasar, Gianyar, Tabanan, Klungkung, dan Jembrana, banyak jalan terputus, kendaraan tidak bisa melintas, dan aktivitas masyarakat lumpuh.

 

Balai Besar BMKG Denpasar menambahkan bahwa hujan disertai angin kencang dan petir masih berpotensi terjadi. Beberapa sungai besar seperti Tukad Badung di dekat Pasar Badung meluap dan menimbulkan genangan parah. (Red/IP)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *