Rupiah melemah hingga ke Rp. 16.573 per Dolar AS akibat ketidakpastian global
KINNEWS.ID, Jakarta – Nilai tukar Rupiah ditutup melemah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu 8 Oktober 2025, akibat tertekan oleh meningkatnya ketidakpastian global.
Taufan Dimas Hareva, Research and Development ICDX, menjelaskan bahwa penguatan Dolar AS dipicu oleh sentimen safe haven di tengah gejolak global, mulai dari shutdown pemerintahan AS, krisis politik di Prancis, hingga pergantian kepemimpinan di Jepang.
“Dolar kembali mendapatkan momentum sebagai aset lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian global,” ujarnya.
Shutdown di AS membuat jutaan pegawai federal terdampak dan menimbulkan kerugian hingga USD 400 juta per hari. Sementara di Eropa, pengunduran diri Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu memperburuk ketegangan politik dan memicu volatilitas pasar.
Imbal hasil obligasi AS tenor panjang bertahan di atas 4,6 persen, memperkuat posisi Dolar. Ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi juga meningkatkan daya tarik aset Dolar.
“Dalam jangka pendek, Rupiah berpotensi fluktuatif di kisaran Rp. 16.550–Rp. 16.630 per Dolar AS,” kata Taufan.
Pada penutupan perdagangan sore, Rupiah melemah 12 poin (0,07%) menjadi Rp. 16.573 per Dolar AS, sementara kurs JISDOR BI berada di Rp. 16.606 per Dolar AS.
(Red)