March 3, 2026
1000062662.jpg

KINNEWS.ID, Jakarta — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai menyiapkan skenario pengamanan dan pelayanan terpadu untuk menghadapi libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Operasi ini akan dijalankan dengan prinsip presisi, terencana, dan terkoordinasi lintas sektor guna menjamin keamanan, kenyamanan, dan kelancaran arus masyarakat di seluruh Indonesia.

Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa pengamanan ini merupakan bagian dari Operasi Lilin 2025, yang menjadi agenda tahunan kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas selama perayaan Nataru.

“Operasi Lilin akan fokus pada kelancaran lalu lintas dan keamanan masyarakat saat merayakan Natal dan Tahun Baru. Kami ingin memastikan seluruh aktivitas masyarakat berjalan aman, lancar, dan tertib,” ujar Agus di Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Dimulai dari Operasi Zebra

Sebelum pelaksanaan Operasi Lilin, Korlantas lebih dulu menggelar Operasi Zebra sebagai tahap persiapan. Operasi ini dilakukan sekitar dua pekan sebelum Natal dengan tujuan meningkatkan disiplin berlalu lintas dan kesiapan infrastruktur jalan raya.

“Operasi Zebra menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran masyarakat dalam berkendara secara tertib sebelum masa libur panjang Nataru,” kata Agus.

Fokus di Jalur Tol, Wisata, dan Pusat Kota

Dalam Operasi Lilin, pengamanan akan dipusatkan di jalur tol Trans Jawa dan Trans Sumatera, jalur arteri, kawasan wisata, serta simpul transportasi seperti terminal, pelabuhan, bandara, dan stasiun besar.

Agus menambahkan, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional sesuai kondisi lapangan. Beberapa skema seperti one way, contra flow, dan manajemen rest area akan diterapkan untuk mengurai kepadatan di ruas tol utama, termasuk Jakarta–Semarang–Surabaya.

“Semua arus kendaraan akan kami pantau secara real time melalui ETLE Mobile dan Command Center Korlantas. Jika terjadi lonjakan volume kendaraan, sistem one way dan pengalihan arus akan langsung diaktifkan,” jelasnya.

Sementara di jalur arteri dan kawasan wisata seperti Puncak, Lembang, Yogyakarta, Bali, dan Malang, rekayasa arus akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Beberapa daerah juga akan menerapkan sistem ganjil-genap dan buka-tutup jalur untuk menghindari kemacetan parah.

Fokus Pengamanan Gereja dan Lokasi Perayaan

Menjelang malam Natal, gereja dan rumah ibadah umat Kristiani menjadi prioritas utama dalam pengamanan. Proses sterilisasi lokasi ibadah akan dilakukan dengan dukungan Unit Gegana dan K-9, guna memastikan keamanan jemaat saat melaksanakan misa.

Pendekatan pengamanan, lanjut Agus, dilakukan secara humanis dan kolaboratif, dengan melibatkan tokoh agama serta masyarakat setempat sebagai bentuk toleransi antarumat beragama.

Selain itu, pos pelayanan terpadu akan disiagakan di berbagai titik strategis yang menyediakan layanan kesehatan, informasi, dan tempat istirahat bagi pengguna jalan.

Pemantauan kegiatan perayaan Natal dan Tahun Baru juga dilakukan secara digital melalui Command Center Korlantas yang terhubung dengan posko-posko kepolisian daerah (Polda) di seluruh Indonesia.

Pengamanan Malam Tahun Baru

Menjelang pergantian tahun, fokus pengamanan diarahkan ke pusat kota, alun-alun, kawasan wisata, dan lokasi hiburan publik. Beberapa daerah akan menerapkan car free night serta pembatasan kendaraan di area tertentu untuk mencegah penumpukan massa.

“Kami imbau masyarakat untuk merayakan Tahun Baru dengan tertib dan aman. Tidak ada tempat bagi balap liar, knalpot bising, atau pesta petasan berlebihan,” tegas Agus.

Layanan Digital dan Kolaborasi

Korlantas juga akan mengoptimalkan layanan SuperApps Korlantas, yang menyediakan informasi arus lalu lintas, lokasi rest area, SPBU, cuaca, hingga layanan darurat.

Sementara itu, Media Center Korlantas akan secara berkala memberikan pembaruan situasi arus kendaraan nasional, bekerja sama dengan Jasa Marga, Kemenhub, dan BMKG.

Agus menegaskan, seluruh skenario ini merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pelayanan publik yang presisi, profesional, dan humanis,” pungkasnya.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *