Kemensos dan Kementrans Kolaborasi Bangun Sekolah Rakyat untuk Masyarakat Transmigrasi (Dok: Kemensos)
KINNEWS.ID, Jakarta – Kemensos dan Kementerian Transmigrasi bekerja sama membangun Sekolah Rakyat di kawasan transmigrasi. Target pelaksanaan adalah awal tahun depan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Transmigrasi Iftitah Suryanagara bertemu membahas rencana ini di kantor Kementerian Sosial RI di Jakarta. Sekolah Rakyat ini diharapkan membantu pemerataan pembangunan di daerah 3T, yakni tertinggal, terdepan, dan terluar.
Gus Ipul menjelaskan, ide ini bertujuan memperkuat sumber daya manusia di wilayah transmigrasi dengan pendidikan yang merata. Program Sekolah Rakyat untuk keluarga miskin dan miskin ekstrem dalam data DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) ini diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.
Data BPS (Badan Pusat Statistik) mencatat lebih dari tiga juta anak usia sekolah belum bersekolah atau berpotensi putus sekolah. Menteri Transmigrasi Iftitah siap berkolaborasi mendirikan Sekolah Rakyat, mulai dari pilot project di NTT dan Papua.
Program transmigrasi kini fokus pada peningkatan kesejahteraan lewat industrialisasi, investasi, dan penciptaan lapangan kerja. Pendidikan dianggap kunci untuk mengoptimalkan investasi negara agar efektif meningkatkan kemakmuran di kawasan transmigrasi.
Jika diperlukan, Sekolah Rakyat akan dibangun untuk menjangkau masyarakat miskin ekstrem di wilayah transmigrasi. Menteri Iftitah pun menegaskan pentingnya meneliti daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi untuk menentukan lokasi Sekolah Rakyat. (Red)
Sumber: Kemensos RI