Junico Siahaan menyoroti kasus pencabutan ID Pers Istana jurnalis CNN (Dok: Parlementaria)
KINNEWS.ID, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan (dikenal lebih akrab dengan sapaan Nico Siahaan), memberikan perhatian serius terhadap pencabutan kartu identitas liputan Istana milik jurnalis CNN Indonesia, Diana Valencia.
Ia menilai langkah tersebut berpotensi mencederai kebebasan pers dan menciptakan preseden buruk bagi demokrasi.
“Pers memiliki mandat publik untuk melakukan kontrol sosial dan menyampaikan informasi apa adanya, termasuk melalui pertanyaan-pertanyaan kritis kepada Presiden maupun pejabat negara,” ujar Nico, Rabu, 1 Oktober 2025.
Kasus ini terjadi setelah Diana menanyakan isu program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto di Lanud Halim Perdanakusuma, pada Sabtu 27 September 2025 lalu. Biro Pers Sekretariat Presiden mencabut ID Pers milik Diana, sebelum akhirnya mengembalikan kartu tersebut pada Senin, 29 September 2025 usai ramai dikritik publik.
“Menghalangi jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistiknya tidak hanya mencederai kebebasan pers, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dalam menjaga keterbukaan informasi,” tambah Nico.
Nico menegaskan, tindakan semacam ini bertentangan dengan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999. Ia juga mengingatkan pejabat negara agar lebih terbuka terhadap kritik serta menjunjung tinggi prinsip transparansi.
“Semua pejabat publik tetap perlu kritik untuk perbaikan dan pertanggungjawaban program. Termasuk kami DPR pun kemarin berbenah karena kritik yang disampaikan turut berperan memperbaiki kinerja kami ke depan,” tukas Legislator PDIP tersebut.
Ia menegaskan, DPR RI akan mengawal kasus ini agar kejadian serupa tidak terulang demi menjaga kebebasan pers dan kualitas demokrasi di Indonesia. (Red)
.