March 3, 2026
1001015765.jpg

KINNEWS.ID, Denpasar – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menggelar pertemuan bersama puluhan perwakilan konsulat asing di Gedung Presisi Polda Bali, Jumat 31 Oktober 2025 kemarin. Agenda ini bertujuan memperkuat pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) yang beraktivitas di wilayah Bali.

Sebanyak 24 konsulat dari 32 negara sahabat hadir, termasuk Amerika Serikat, Australia, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Spanyol, dan Thailand. Dalam pertemuan itu, Kapolda Bali menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan faktor utama dalam menciptakan pariwisata berkualitas.

“Bali adalah destinasi dunia. Keamanan menjadi tanggung jawab bersama agar pariwisata tetap berjalan baik dan membawa manfaat bagi semua pihak,” ujar Daniel dalam sambutannya.

Kapolda Bali juga menyoroti beberapa kasus yang melibatkan warga negara asing di Bali, seperti penyelundupan narkotika, investasi bodong, hingga kejahatan siber lintas negara. Menurutnya, semua kasus tersebut harus mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum dan perwakilan negara sahabat.

“Polda Bali tidak akan mentolerir pelanggaran hukum apa pun yang dilakukan oleh WNA. Kami akan bertindak tegas,” tegasnya.

Pengawasan Diperkuat, 236 WNA Dideportasi

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Operasi Polda Bali Kombes Pol. Soelistijono mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, sebanyak 236 WNA telah dideportasi oleh Kantor Imigrasi Bali karena pelanggaran hukum dan administrasi. Warga asing yang paling banyak dideportasi berasal dari Rusia, Amerika Serikat, Australia, Ukraina, dan India.

Selain itu, dalam operasi yustisi di berbagai villa dan hotel, petugas menemukan sejumlah pelanggaran izin tinggal dan administrasi keimigrasian yang dilakukan oleh WNA. Hal ini menjadi perhatian serius aparat karena berdampak pada stabilitas keamanan Bali.

Konsulat Asing Dorong Kerja Sama Penegakan Hukum

Beberapa perwakilan konsulat menyampaikan masukan, di antaranya Konsulat Korea Selatan yang menyoroti maraknya kasus penipuan dan eksploitasi lintas negara, serta mengusulkan peningkatan kerja sama antarpenegak hukum untuk melindungi warga negara masing-masing.

Kapolda Bali menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan bahwa pertemuan rutin antara Polda Bali, Pemerintah Provinsi Bali, dan konsulat asing akan dijadwalkan secara berkala.

“Pertemuan seperti ini penting untuk memperkuat komunikasi dan menciptakan keamanan berkelanjutan di Bali. Kami siap menerima masukan dari semua pihak demi menjaga Bali tetap aman, damai, dan berdaya saing di dunia pariwisata internasional,” kata Daniel menutup pertemuan.

Komitmen Jaga Citra Pariwisata Internasional

Dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, pengawasan terhadap WNA di Bali menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Polda Bali berkomitmen menjaga keamanan wisatawan dan masyarakat lokal, agar citra Bali sebagai destinasi wisata internasional tetap terjaga.

Kegiatan seperti ini diharapkan memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum, lembaga imigrasi, dan konsulat asing dalam mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan lintas negara di Pulau Dewata. (Red)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *