April 4, 2026
IMG_20260328_215028_219

KINNEWS.ID, Jakarta – Kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan sopir taksi online kembali terjadi di wilayah Jakarta. Seorang penumpang perempuan menjadi korban pelecehan hingga ancaman saat menggunakan layanan transportasi online di kawasan Jakarta Pusat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 14 Maret 2026 sore dan menjadi viral di media sosial setelah korban membagikan pengalamannya. Kasus ini kemudian mendapat perhatian dari pihak penyedia layanan transportasi online Grab Indonesia yang langsung melakukan investigasi internal.

Korban mengaku mengalami pelecehan saat perjalanan dari Stasiun Gambir menuju hotel tempatnya menginap di kawasan Jakarta Pusat. Dalam perjalanan tersebut, oknum pengemudi diduga melakukan pelecehan fisik hingga mengancam korban.

Korban akhirnya berhasil menyelamatkan diri setelah memberontak dan menarik perhatian warga sekitar serta petugas keamanan di lokasi kejadian.

Grab Putus Kemitraan Driver

Menanggapi kejadian tersebut, Grab Indonesia menyatakan telah mengambil tindakan tegas terhadap pengemudi yang dilaporkan melakukan pelecehan seksual terhadap penumpang.

Director of Trust & Safety Grab Indonesia, Radhi Juniantino, menyatakan pihaknya telah memutus kemitraan dengan pengemudi tersebut setelah investigasi dilakukan.

“Grab telah mengambil tindakan tegas berupa putus mitra terhadap mitra pengemudi terkait setelah dilakukan investigasi,” ujar Radhi dalam keterangan resminya.

Selain pemutusan kemitraan, pengemudi tersebut juga dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) perusahaan sehingga tidak dapat lagi bermitra dengan Grab di masa mendatang.

Perusahaan juga menyampaikan penyesalan atas kejadian yang dialami korban dan menyatakan fokus utama saat ini adalah memberikan pendampingan kepada korban.

Grab juga menyediakan berbagai bentuk bantuan kepada korban, termasuk layanan konseling untuk pemulihan psikologis, dukungan transportasi dengan pengemudi perempuan, pendampingan dari tim khusus, hingga dukungan keamanan pribadi jika diperlukan.

Kronologi Kejadian Mencekam

Korban menjelaskan kejadian bermula ketika pengemudi mulai mengajak mengobrol selama perjalanan. Namun, percakapan tersebut kemudian berubah menjadi tindakan yang membuat korban tidak nyaman.

Pengemudi diduga mulai melakukan kontak fisik dengan menyentuh kaki korban hingga ke bagian paha sambil terus mengajukan pertanyaan pribadi.

Merasa tidak nyaman, korban kemudian merekam perilaku pengemudi tersebut menggunakan ponselnya. Tidak lama kemudian, pengemudi menghentikan perjalanan secara sepihak sebelum sampai tujuan dan membawa mobil ke jalan yang sepi.

Di lokasi tersebut, pelaku diduga pindah ke kursi belakang dan melakukan kekerasan seksual terhadap korban serta mengambil ponsel korban. Pelaku juga disebut mengancam korban agar memberikan kata sandi ponsel untuk mematikan fitur lokasi.

Korban kemudian berusaha melawan dengan memukul kaca mobil dan berteriak hingga menarik perhatian warga sekitar. Mobil pelaku yang berhenti di jalan sempit juga membuat kendaraan lain membunyikan klakson sehingga warga mendatangi lokasi.

Saat warga mendekat, korban terus memberontak hingga pintu mobil terbuka dan warga langsung menolong korban. Setelah korban berhasil keluar, pelaku melarikan diri dari lokasi dan sempat menuduh korban sebagai penipu.

Korban kemudian diamankan oleh petugas keamanan di sekitar lokasi kejadian.

Korban mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Grab, namun hingga saat ini belum memutuskan untuk melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. (Red)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *