Banjir melanda lima kecamatan di Medan akibat hujan deras, ratusan rumah terendam, ribuan warga mengungsi.
KINNEWS.ID, Medan – Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara melaporkan bahwa banjir akibat hujan deras melanda lima kecamatan di Kota Medan pada Minggu, 12 Oktober 2025 dini hari.
Laporan sementara mencatat Kecamatan Medan Selayang, Medan Maimun, Medan Johor, Medan Polonia, dan Medan Labuhan menjadi wilayah terdampak. Banjir terjadi setelah beberapa sungai di sekitar wilayah tersebut meluap dan merendam permukiman warga.
Dari kelima kecamatan itu, Medan Maimun menjadi wilayah yang paling parah terdampak, dengan sedikitnya 5 (lima) kelurahan tergenang, yaitu Kelurahan Alur, Sei Mati, Suka Raja, Hamdam, dan Kampung Baru. Total lebih dari 1.100 rumah dan hampir 1.200 jiwa terdampak di kecamatan tersebut.
Di Medan Johor, banjir melanda 3 (tiga) kelurahan, yaitu Kuala Bekala, Pangkalan Mansyhur, dan Gedung Johor, dengan total sekitar 1.055 jiwa dan 220 rumah terdampak.
Sementara itu, di Medan Polonia, banjir menggenangi 2 (dua) kelurahan, yakni Sari Rejo dan Polonia, menimpa lebih dari 400 jiwa dan 89 rumah. Di Medan Labuhan, air meluap di Kelurahan Pekan Labuhan dan Martubung, dengan total 960 jiwa dan hampir 300 rumah terdampak.
Adapun di Medan Selayang, banjir hanya terjadi di Kelurahan Beringin, dengan 193 jiwa dari 80 kepala keluarga dan sekitar 70 rumah terdampak.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyebutkan bahwa data ini masih bersifat sementara.
“Penanganan dan pendataan masih terus dilakukan oleh pemerintah setempat bersama tim gabungan,” ujarnya.
Menurut laporan Pusdalops PB Sumut, sebanyak 405 jiwa di Kecamatan Medan Labuhan harus mengungsi, sementara data korban luka dan meninggal dunia masih dalam proses pendataan. (Red)
.