KINNEWS.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan terbatas pada perdagangan hari ini di tengah dinamika global yang masih fluktuatif.
Kenaikan sebesar 18 poin membawa rupiah ke level Rp. 17.211 per dolar AS. Meski relatif tipis, pergerakan ini menunjukkan adanya perbaikan sentimen pasar.
Faktor utama yang mempengaruhi adalah perkembangan geopolitik, khususnya terkait hubungan Iran dan Amerika Serikat.
Rencana kunjungan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, ke Islamabad menjadi sinyal bahwa jalur diplomasi masih terbuka.
Selain itu, pernyataan Presiden AS, Donald Trump, mengenai proposal baru Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz turut meredakan kekhawatiran pasar.
Selat Hormuz memiliki peran vital dalam perdagangan minyak global. Gangguan di wilayah ini berdampak langsung terhadap harga energi dan stabilitas ekonomi dunia.
Ketegangan sebelumnya sempat meningkat setelah adanya aksi militer Iran terhadap kapal kargo, yang memicu kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi minyak.
Namun, munculnya sinyal perdamaian membuat pelaku pasar kembali optimistis, sehingga berdampak positif pada mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah.
Data dari Bank Indonesia melalui JISDOR juga menunjukkan tren penguatan meski dalam skala terbatas.
Ke depan, pergerakan rupiah masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan dinamika harga komoditas global. (Red)
.